Beranda

Kategori

Artikel

Jadi Partner

Cara Menghitung Kebutuhan Hebel untuk Tembok Rumah

Ardito Wahyu Octian
Kelebihan atau kekurangan hebel akan mengganggu proses pengerjaan bangunan (Foto: 123rf)
Kelebihan atau kekurangan hebel akan mengganggu proses pengerjaan bangunan (Foto: 123rf)

 Menghitung material yang akan dipakai untuk membangun rumah, apartemen, atau ruko wajib dilakukan. Salah satu kebutuhan material yang cukup banyak adalah hebel atau bata ringan. Kamu harus tahu cara menghitung kebutuhan hebel supaya material yang dibeli tidak kurang atau malah kelebihan.

Kelebihan atau kekurangan malah akan mengganggu proses pengerjaan bangunan. Tidak menutup kemungkinan kelebihan dan kekurangan tersebut malah membuat biaya pembangunan akan membengkak. 

 

 

Pasalnya, hebel atau bata ringan ini dijual dalam jumlah per kubik. Jika kelebihannya sedikit, mau tidak mau akan lebih banyak hebel yang tersisa nantinya.

Kelebihan Hebel untuk Pembangunan Rumah

Kelebihan hebel untuk pembangunan rumah
Kelebihan hebel untuk pembangunan rumah (Foto: 123rf)

 

Bata ringan pun sudah mulai banyak digunakan untuk pembangunan rumah modern. Hal ini disebabkan oleh kelebihannya yang cukup banyak. Berikut hal-hal yang bisa kamu dapat dengan menggunakan hebel.

 

Baca juga: 10 Jenis Keramik yang Umum Dipakai pada Rumah dan Bangunan Lainnya

 

1. Bobot yang ringan

Seperti namanya, hebel memiliki bobot yang sangat ringan. Pasalnya, hebel memiliki banyak rongga udara yang terikat dalam pembuatannya. Hal ini membuat beban pondasi bangunan pun jadi lebih ringan juga. Jadi, rumah tidak mudah ambles setelah dibangun nantinya.

2. Daya tahan yang kuat

Biarpun ringan, hebel punya daya tahan yang tinggi. Campuran material yang digunakan untuk membuat hebel sebenarnya adalah material beton. Hal ini membuat hebel punya kekuatan yang tidak jauh berbeda dengan beton. Daya tahannya pun mampu bertahan saat gempa.

3. Mampu menyerap panas

Pemakaian hebel di Indonesia terbilang sangat tepat. Indonesia memiliki iklim tropis dengan paparan cahaya matahari yang cukup banyak. Hebel mampu melindungi penghuni rumah dari teriknya panas matahari. Rongga di dalam hebel yang mampu menyerap panas dari luar sehingga dalam rumah tetap adem.

4. Proses pemasangan yang cepat

Hebel punya bentuk yang sangat presisi di setiap sisinya. Selain itu, ukurannya juga lebih besar. Seluruh aspek ini yang mampu mempercepat proses pengerjaan konstruksi bangunan.

5. Finishing dinding yang lebih mudah

Setiap permukaan hebel lebih rata dan mulus apabila dibandingkan dengan bata merah. Artinya, kamu tidak perlu menghaluskan atau melapisi hebel sebelum bisa dicat. Beberapa bangunan malah membiarkan tekstur hebel terbuka untuk dapatkan nuansa bangunan yang berbeda.

6. Material yang kedap

Bahan dasar beton yang dipakai untuk pembuatan hebel juga membuat material ini sangat kedap, baik kedap suara maupun air. Biarpun tipis, material ini bisa menghalau suara bising dari luar. Di samping itu, hebel juga mampu menahan rembesan air akibat hujan atau kebocoran.

7. Biaya pemasangan yang lebih terjangkau

Satuan harga hebel mungkin lebih mahal ketimbang bata merah. Selain itu, biaya plester yang dibutuhkan juga akan mahal. Di sisi lain, semua biaya itu hanya akan kamu keluarkan satu kali.

Dimensi hebel terbilang jauh lebih besar dibanding bata merah. Artinya, hebel yang dibutuhkan pun tidak sebanyak bata merah dengan luas bangunan yang sama. Selain itu, pemakaian plester pun bisa 50 persen lebih sedikit dibandingkan dengan pemasangan bata merah.

Ukuran Hebel atau Bata Ringan yang Tersedia

Bata ringan bisa dipakai untuk segala jenis rumah, mulai dari rumah tipe 21, 36, 45, sampai 70. Penggunaan bata ringan juga membuat biaya pembangunan lebih terjangkau. Pasalnya, ukuran hebel terbilang lebih besar ketimbang bata merah. Berikut pilihan ukuran hebel yang bisa kamu pakai:

1. Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 7,5 cm

2. Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 10 cm

3. Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 12,5 cm

4. Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 15 cm

5. Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 20 cm

Untuk keperluan rumah, hebel yang biasa digunakan adalah ketebalan 7,5 cm dan 10 cm. Di samping lebih terjangkau, ruang yang dibuat pun bisa lebih luas karena tidak termakan ketebalan hebel. Penjualan hebel biasanya dilakukan per 1 kubik dengan jumlah yang berbeda dalam setiap ukurannya.

 

Baca juga: 11 Contoh Keramik Kamar Mandi yang Cocok untuk Rumah Minimalis

 

Tips Menghitung Kebutuhan Hebel

Tips menghitung kebutuhan hebel
Tips menghitung kebutuhan hebel (Foto: 123rf)

 

Sebelum memasang hebel, ada banyak banyak faktor yang perlu kamu perhatikan. Berikut sederet tips menghitung kebutuhan hebel untuk pembangunan rumah:

1. Ketahui ukuran bangunan

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui ukuran rumah yang akan dibangun. Beda tipe rumah, berbeda juga keperluan hebelnya. Terlebih lagi jika kamu ingin membuat rumah dengan banyak ruangan.

Setiap sekat ruangan pastinya membutuhkan lebih banyak hebel di luar dari dinding di bagian luarnya. Hal ini perlu kamu masukkan tambahan kebutuhan hebel yang perlu dihitung dalam proses pembangunan rumah.

2. Memilih ukuran hebel

Setelah mengetahui deretan ukuran hebel, kamu perlu memilih hebel mana yang akan dipakai. Penentuan ukuran hebel akan mempengaruhi segala aspek dalam pembangunan nantinya. Kamu bisa memilih hebel yang lebih tipis, sedang, atau tebal.

Memilih hebel yang tipis sebenarnya akan membuat biaya pembangunan lebih terjangkau. Sayangnya, sekat antara rumahmu dan rumah tetangga akan lebih tipis juga. Di sisi lain, hebel yang tebal membuat sekat lebih banyak. Namun, ruangan kamu akan sedikit lebih sempit karena tembok yang dihasilkan lebih tebal juga.

3. Menghitung kebutuhan yang teliti

Kamu perlu mengetahui rumus menghitung kebutuhan hebel. Untuk mengetahuinya, kamu perlu menghitung keliling tembok rumah. Pasalnya, ruangan cenderung memiliki 2 sisi dinding dengan ukuran yang sama. Berikut rumus menghitung keliling tembok:

Keliling tembok hebel = 2 x ((panjang x tinggi) + (lebar x tinggi))

 

 

Contoh Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

Misalnya kamu akan membuat ruangan dengan ukuran luas 6 x 5 x 3 meter. Untuk itu, kamu perlu membangun tembok untuk mengelilinginya seluas 66 meter persegi. Pembangunan ini akan menggunakan hebel dengan ukuran 60 x 20 x 10 cm dengan jumlah 83 buah hebel.

Cara menghitungnya:

Luas = 2 x (panjang + lebar) x tinggi

Luas = 2 x (6 + 5) x 3

Luas = 66 meter persegi

Kebutuhan hebel = 66 x jumlah hebel per kubik

Kebutuhan hebel = 66 x 8,3 = 549,7 buah

Kebutuhan hebel per kubik = 549,7 : 83 buah = 6,6 kubik

Perhitungan ini akan berubah jika kamu menggunakan hebel dengan ukuran yang lebih tebal. Pasalnya, jumlah hebel per kubik berbeda tergantung ketebalannya. Makin tebal hebel, makin sedikit juga jumlah dalam satu kubiknya.

 

Baca juga: Inilah Pengertian Mortar dan Fungsinya pada Sebuah Konstruksi

 

Itu dia cara dan langkah menghitung kebutuhan untuk membangun rumah. Mengingat kebutuhan hebel terbilang cukup besar, tidak ada salahnya kamu juga membuka usaha distributor hebel, loh. Dijamin keuntungan yang bisa kamu dapatkan akan sangat besar.

Manfaatkan aplikasi BukaBangunan untuk dapatkan stok hebel dengan harga yang terjangkau. Dapatkan promo gratis biaya pengiriman ke banyak lokasi untuk buat harga jual tetap bersaing, dan juga jika kamu adalah pengusaha yang sedang mencari peluang bisnis bahan bangunan kamu bisa dapatkan stok bahan material terbaik dan menguntungkan di Bukabangunan. Nah, tunggu apa lagi? Segera jalankan usaha penyediaan hebel dan material bangunan lain sekarang juga!

Yuk, download sekarang!

Download di Google Play Store
Artikel terkait lainnya
Info Harga Batu Belah Terbaik di BukaBangunan

Info Harga Batu Belah Terbaik di BukaBangunan

25 Maret 2023

Info Harga, Jenis, dan Ukuran Batu Base Course Berkualitas di BukaBangunan

Info Harga, Jenis, dan Ukuran Batu Base Course Berkualitas di BukaBangunan

25 Maret 2023

Info Harga Batu Limestone Murah di BukaBangunan

Info Harga Batu Limestone Murah di BukaBangunan

25 Maret 2023

Info Harga Batu Sirdam Terbaik dan Berkualitas di BukaBangunan

Info Harga Batu Sirdam Terbaik dan Berkualitas di BukaBangunan

25 Maret 2023

Info Harga dan Jenis Batu Kali Murah di BukaBangunan

Info Harga dan Jenis Batu Kali Murah di BukaBangunan

25 Maret 2023

Jenis dan Karakteristik Batu Alam untuk Pembangunan Rumah

Jenis dan Karakteristik Batu Alam untuk Pembangunan Rumah

24 Oktober 2022

Terbaru
Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

2 Mei 2024

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

2 Mei 2024

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

2 Mei 2024

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

1 Mei 2024

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

30 April 2024

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

30 April 2024

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

30 April 2024

WhatsApp logo consisting of a green circle containing the outline of a white speech bubble with a white telephone icon in it