Beranda

Kategori

Artikel

Jadi Partner

Cara Plitur Kayu supaya Mengkilap, Bagus, dan Awet

Ardito Wahyu Octian
Plitur kayu sudah dipakai sejak abad ke-19
Plitur kayu sudah dipakai sejak abad ke-19

Sudah bukan rahasia lagi jika material kayu untuk rumah akan membuat nuansa lebih estetik. Untuk membuatnya tampil lebih cerah dan mengkilap, material kayu perlu diplitur. Tentu saja, siapa pun wajib tahu cara plitur kayu supaya mengkilap sebelum melakukannya.

Plitur kayu merupakan cairan untuk finishing material kayu yang sudah dipakai sejak abad ke-19. Cairan ini merupakan cat transparan berbahan utama oker atau tanah lunak yang sudah mengalami oksidasi. Plitur sudah memiliki beragam pilihan warna, mulai dari cokelat, kuning muda, hingga kuning keemasan.

 

 

Nantinya, plitur kayu akan memberikan warna pada bagian permukaan yang dioleskan. Plitur juga jadi solusi untuk meratakan warna kayu. Pasalnya, material kayu biasanya punya warna terkesan lebih gelap di satu bagian dan pucat di bagian lainnya.

Jenis Plitur Kayu

Ada banyak plitur kayu yang dijual di pasaran (Foto: 123rf)
Ada banyak plitur kayu yang dijual di pasaran (Foto: 123rf)

Tersedia macam-macam plitur kayu yang bisa didapatkan di pasaran. Perbedaan ini tentu saja akan mempengaruhi hasil yang diinginkan. Berikut jenis plitur kayu berdasarkan bahan pelarutnya.

1. Plitur berbahan pelarut solvent

Plitur jenis ini menggunakan bahan kimia, seperti merkuri dan timbal. Karena menggunakan bahan kimia, aroma yang keluar dari plitur saat diaplikasikan ke material kayu. Aroma menyengat yang terhirup bisa mengganggu saluran pernapasan.

Cairan ini juga tidak baik juga terkena kulit secara langsung karena bisa menyebabkan iritasi. Karena itu, perlu berhati-hati saat mau menggunakan plitur kayu berbahan pelarut kimia ini. Gunakan sarung tangan dan masker jika ingin menggunakannya. Pengerjaan pun sebaiknya dilakukan di luar ruangan.

Plitur berbahan pelarut solvent ini juga cukup lama proses pengeringannya. Dibutuhkan panas matahari yang terus-menerus untuk membuatnya cepat kering. Panas matahari akan membantu penguapan solvent supaya aroma menyengatnya tidak tercium lagi.

 

Baca juga: Keunggulan dan Manfaat Asbes untuk Material Bangunan dan Atap Rumah

 

2. Plitur berbahan pelarut air

Secara umum, plitur berbahan pelarut air lebih aman digunakan. Cairan ini pun sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan secara internasional. Namun, ada baiknya tetap menggunakan sarung tangan saat akan mengaplikasikannya ke material kayu.

Biarpun terbilang cukup aman, jenis plitur yang satu ini memiliki kandungan resin di dalamnya. Karena itu, produk ini memerlukan emulsifier untuk menyatukan resin dan air. Proses penyatuannya ini kadang memerlukan waktu yang cukup panjang.

Di sisi lain, jenis plitur berbahan pelarut air ini lebih tahan lama. Proses pengeringannya pun lebih cepat dan tidak terlalu butuh cahaya matahari untuk mengeringkannya. Hasil jadinya pun tetap sama-sama baik dengan jenis yang berbahan solvent.

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan untuk Plitur Kayu supaya Mengkilap

Sebelum mulai melakukan plitur kayu, ada baiknya mulai dengan mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Pastikan semua bahan sudah lengkap terlebih dulu sebelum memulainya. Hal ini akan membuat pengerjaan plitur menjadi semakin cepat.

Cek bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mulai pengerjaan plitur kayu:

  • Cairan plitur
  • Amplas no.180 dan 400
  • Kuas cat
  • Kain lap
  • Wadah untuk pencampuran plitur
  • Cairan pengencer, thinner atau air
  • Material yang akan diplitur

 

Baca juga: 10 Jenis Kayu untuk Bangunan yang Terkenal Kuat dan Tahan Lama

 

Cara Plitur Kayu supaya Mengkilap

Inilah cara agar kayu mengkilap setelah diplitur (Foto: 123rf)
Inilah cara agar kayu mengkilap setelah diplitur (Foto: 123rf)

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentunya perlu melakukan langkah-langkah yang tepat. Pastikan juga material dalam keadaan baik. Yuk, simak langkah dan cara plitur kayu supaya hasilnya lebih mengkilap di bawah ini!

1. Persiapkan material yang akan diplitur

Membuat material siap diplitur merupakan langkah awal yang perlu dilakukan. Cek tekstur kayu yang akan diplitur dan pastikan sudah sangat halus. Jika belum, kamu perlu menghaluskannya terlebih dulu dengan kertas amplas no. 180.

Setelah diamplas, bersihkan debu yang masih menempel di kayu supaya tidak mengganggu saat diplitur nantinya. Cek juga kelembapan material kayu sebelum diplitur. Pastikan kayu benar-benar kering supaya tidak muncul jamur di kemudian hari.

2. Mulai campurkan bahan plitur

Siapkan cairan plitur sesuai dengan yang dibutuhkan. Sebelum dipakai, plitur perlu bahan campuran dulu untuk melarutkannya. Kamu bisa menggunakan thinner atau air tergantung dari jenis plitur yang dipakai.

Untuk mencampurkannya, kamu butuh wadah plastik, seperti ember atau gelas. Tuang plitur dan bahan pelarutnya ke dalam wadah tersebut. Gunakan gelas atau sendok takar untuk memastikan jumlahnya sudah tepat. Setelah itu, aduk campuran plitur hingga rata.

3. Oleskan plitur ke material kayu

Langkah selanjutnya adalah mulai mengaplikasikan campuran plitur ke material kayu yang sudah akan dilakukan finishing. Gunakan kuas cat untuk mengoleskan plitur ke bahan kayu. Kamu bisa memilih kuas berukuran 3 inci untuk bidang yang lebih luas dan kuas ukuran 2 inci untuk bidang yang lebih sempit.

Lakukan pengecatan berlawanan dengan serat kayu. Hal ini akan membuat pengecatan lebih merata dan tidak ada bagian yang tidak kena pliturnya. Lakukan pengecatan sampai semua bagian terlapisi dengan plitur.

4. Tunggu plitur hingga kering

Setelah semua bagian terlapisi, kamu perlu menunggu plitur kering. Proses pengeringan plitur pun bisa dibedakan dari cairan plitur yang dipakai. Untuk itu, cek dulu jenis plitur yang dipakai untuk mengetahui proses pengeringan seperti apa yang perlu dilakukan.

Plitur berbahan pelarut solvent butuh cahaya matahari yang terik supaya kering dan menghilangkan bau menyengatnya. Karena itu, disarankan untuk melakukan proses plitur kayu pada pagi atau siang hari untuk dapatkan sinar matahari yang cukup. Hindari proses plitur jika sudah sore atau cuaca mendung.

Di sisi lain, plitur berbahan pelarut air terbilang lebih cepat kering. Kamu bisa menjemur atau mendiamkannya saja. Pemilihan bahan plitur ini disarankan untuk kebutuhan yang lebih cepat. Pasalnya, kamu bisa melakukan proses plitur kapan saja tanpa tergantung cahaya matahari.

 

 

5. Amplas hasil plitur hingga halus

Proses terakhir yang perlu dilakukan adalah mengamplas material kayu setelah diplitur. Gunakan amplas no. 400 yang lebih lembut untuk proses finishing. Pengamplasan pun sebaiknya tidak terlalu ditekan supaya lapisan plitur tidak hilang atau memudar.

Proses pengecatan plitur pun bisa dilakukan kembali untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Sejumlah orang menginginkan warna yang lebih cerah dan lapisan yang lebih tebal. Jangan lupa untuk kembali mengamplas setelah plitur kering, ya.

 

Baca juga: Rekomendasi Model Plafon Gypsum Minimalis untuk Seluruh Ruangan di Rumah

 

Harga Plitur Kayu di BukaBangunan

Mengingat plitur ini cukup banyak dibutuhkan orang, kamu pun bisa memulai bisnis penyediaan berbagai macam plitur. Siapkan modal dari sekarang dan manfaatkan aplikasi BukaBangunan untuk mendapatkan stok berbagai jenis plitur dari berbagai macam merk.

Harga plitur kayu satu kaleng 0,8—1 liter bisa didapatkan dengan harga Rp50.000---Rp90.000. BukaBangunan pun menyediakan merk plitur Mowilex Woodstain, Biovarnish Woodstain, Nippon Paint Woodstain, Belazo Woodstain, Propan Aqua Politur, dan masih banyak lagi.

Dapatkan harga spesial, gratis ongkos kirim, serta masih banyak lagi promo menarik lainnya untuk para pelaku usaha yang ingin mendapatkan stok bahan material, kamu bisa gabung Bukabangunan dan menjadi agen material bahan bangunan. Dengan begitu, kamu pun bisa memberikan harga bersaing untuk para pelanggan. Mulai usaha sekarang dan raih untung berlipat.

 

Yuk, download sekarang!

Download di Google Play Store
Artikel terkait lainnya
Musim Hujan Tiba, Lindungi Rumahmu dengan Cat Waterproof Terbaik

Musim Hujan Tiba, Lindungi Rumahmu dengan Cat Waterproof Terbaik

31 Desember 2022

Inspirasi 15 Warna Cat Bagian Luar Rumah yang Elegan

Inspirasi 15 Warna Cat Bagian Luar Rumah yang Elegan

29 Desember 2022

10 Rekomendasi Merk Cat Terbaik dan Tahan Lama

10 Rekomendasi Merk Cat Terbaik dan Tahan Lama

15 September 2022

 Harga Mesin Bobok dan Hal-hal Lainnya yang Perlu Kamu Ketahui

Harga Mesin Bobok dan Hal-hal Lainnya yang Perlu Kamu Ketahui

24 Maret 2023

 Mesin Mixer Pengaduk Cat Terbaik dan Tips Menjualnya

Mesin Mixer Pengaduk Cat Terbaik dan Tips Menjualnya

24 Maret 2023

Jangan Sampai Tekor! Ini Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok yang Benar

Jangan Sampai Tekor! Ini Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok yang Benar

9 Februari 2023

Terbaru
Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

2 Mei 2024

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

2 Mei 2024

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

2 Mei 2024

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

1 Mei 2024

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

30 April 2024

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

30 April 2024

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

30 April 2024

WhatsApp logo consisting of a green circle containing the outline of a white speech bubble with a white telephone icon in it