Beranda

Kategori

Artikel

Jadi Partner

Mengenal Bangunan Semi Permanen, Ciri dan Jenisnya

Dewi Maharani IR
Bangunan Semi Permanen
Bangunan Semi Permanen

Apakah kamu tahu kalau bangunan semi permanen adalah jenis bangunan yang cocok untuk menjadi tempat tinggal alternatif masyarakat yang kehilangan rumahnya karena bencana? Bencana alam atau bencana lainnya berada di luar kendali manusia. Ketika berdampak sangat besar, tempat tinggal bisa hilang begitu saja.

Oleh karena itu, dikembangkanlah oleh para ahli konstruksi untuk menanggulangi dampak bencana akan kehilangan tempat tinggal ini, yaitu sebuah model konstruksi bangunan tempat tinggal yang lebih cepat, ekonomis, dan efisien untuk dibangun daripada bangunan biasanya. Model konstruksi tersebut adalah bangunan semi permanen. Dan jika kamu adalah pengusaha yang ingin menjadi agen grosir material bangunan, kamu bisa gabung di Bukabangunan untuk dapatkan stok bahan material terbaik secara online dan menguntungkan.

Kalau kamu tertarik dengan bangunan semi permanen, yuk kenali lebih dalam mengenainya di bawah ini! Sebelum kamu membangunnya, tentu perlu tahu lebih dalam mulai dari pengertian, ciri hingga jenis-jenis dari bangunan semi permanen.

Bangunan Semi Permanen

 

Apa itu Bangunan Semi Permanen?

Model konstruksi bangunan semi permanen di Indonesia sendiri tidak jarang untuk ditemui. Kamu bisa menemukan jenis bangunan ini di wilayah atau daerah yang biasanya dulu pernah terkena bencana. Tidak jarang juga kamu menemukannya di perkotaan pada area-area tertentu yang dilakukan pelestarian atau mess karyawan pada proyek-proyek.

Jadi, apa sebenarnya itu bangunan semi permanen? Bangunan semi permanen pada dasarnya adalah bangunan mandiri yang bahan material konstruksinya bersifat tidak permanen dan pondasi yang tidak sekuat bangunan-bangunan permanen. Biasanya bangunan ini ditujukan untuk tempat tinggal atau hunian warga.

Material konstruksi yang tidak permanen sendiri ada banyak, seperti kayu panel flatpack, bambu atau tembok yang terbuat dari bata tanpa plester. Lantai hunian ini terbuat dari ubin, semen ataupun kayu. Sedangkan, material penyusun atapnya adalah seng, asbes, atau genteng. Pada umumnya, material-material yang dipakai tersebut adalah material yang ekonomis.

Adapun kelebihan dan kekurangan bangunan semi permanen adalah sebagai berikut.

Bangunan Semi Permanen

Kelebihan:

  1. Biaya konstruksi dan pembangunan yang lebih murah.
  2. Pembangunan yang lebih cepat dan tidak kompleks.
  3. Lokasi yang fleksibel, bahkan pada konstruksi tertentu bisa dipindahkan ke lokasi lain.
  4. Cocok untuk daerah rawan bencana.
  5. Mudah jika ingin melakukan renovasi.
  6. Mampu memanfaatkan material-material konstruksi bekas

Kekurangan:

  1. Bukan hunian yang pas untuk penggunaan jangka waktu yang lama.
  2. Rentan pada perubahan suhu. Oleh karena itu, jenis bangunan ini kurang cocok di bangun pada daerah yang punya iklim ekstrem.
  3. Hak atas tanah tidak dapat dimiliki.
  4. Umumnya, bangunan ini tidak bisa diterima di area yang mempersyaratkan izin bangunan permanen.
  5. Perlu perawatan yang ekstra dan rentan akan roboh. Konstruksi bangunan ini perlu dibuat sedemikian rupa untuk menghindarinya.

Yap, memang hunian yang punya model konstruksi ini tidak sekuat rumah permanen yang terbuat dari bahan-bahan material yang lebih kuat. Tapi, hunian semi permanen bisa lebih tahan lama daripada jenis rumah sementara.

Baca Juga: Cara Menghitung Luas Bangunan Pakai Rumus Sederhana

Selain itu, apa lagi yang membedakan rumah semi permanen dan rumah permanen? Berikut adalah beberapa poin perbedaannya.

  1. Pondasi rumah permanen terbuat dari material-material yang lebih kokoh, seperti dinding dari batu bata, atap dari genteng, dan lantai yang dipasang keramik.
  2. Model dan desain bentuk rumah permanen lebih beragam daripada rumah semi permanen.
  3. Rumah permanen ditujukan untuk tempat tinggal dalam jangka waktu yang lama, berbeda dengan rumah semi permanen.
  4. Hak atas tanah dimiliki oleh pemilik bangunan rumah permanen.

Terlepas dari poin-poin di atas, bangunan semi permanen memang pada dasarnya diperuntukkan pada kondisi genting atau darurat di saat diperlukan pembangunan rumah warga yang terdampak bencana dalam waktu yang cepat. Fungsinya sama saja seperti tempat tinggal pada umumnya. 

Baca Juga: Prosedur Mudah untuk Mendapatkan Hak Guna Bangunan

 

Bangunan Semi Permanen

 

Ciri-ciri Bangunan Semi Permanen

Untuk mengenali apakah suatu bangunan ini semi permanen atau bukan, berikut adalah ciri-ciri yang umumnya dimiliki oleh model konstruksi ini.

  1. Konstruksi dinding yang terbuat dari material setengah tembok, kayu, bata, atau bambu.
  2. Atap menggunakan asbes, seng, atau genteng ekonomis.
  3. Lantai yang terbuat dari kayu, semen, atau ubin.
  4. Rata-rata umur konstruksi bangunan adalah 5 hingga 15 tahun. Tapi, hal ini akan bergantung pada pembangunan konstruksinya.

Tidak menutup kemungkinan kalau hunian semi permanen ini bisa lebih tahan lama dari rata-ratanya. Saat ini, perkembangan teknologi pada bidang konstruksi dapat membawa inovasi baru yang mampu menutup kekurangan tersebut.

Bangunan Semi Permanen

Jenis-jenis Bangunan Semi Permanen

Berikut di bawah ini adalah beberapa jenis bangunan yang bersifat semi permanen.

 

1. Rakita

Rakita ini cukup populer dalam kiprahnya sebagai pilihan rumah semi permanen di Indonesia. Rakita, atau Rumah Pabrikan Indonesia, adalah jenis tempat tinggal semi permanen yang dibangun dengan metode konstruksi yang dirakit. Struktur utamanya adalah rangka baja ringan dan dinding dari pilihan sandwich panel yaitu, expanded polystyrene, polyurethane, atau rockwool.

 

Rakita menawarkan kelebihan yaitu sifat portabel, pembangunan yang mudah, hingga harga yang relatif murah. Pengerjaan jenis rumah semi permanen ini bisa selesai hanya dalam satu hari lho. Selain itu, tampilan dari jenis rumah semi permanen ini modern dan simple. Rumah modular ini sering dipakai untuk mess karyawan atau kos-kosan.

 

2. K-House

K-House adalah jenis bangunan semi permanen yang umumnya dapat dijumpai area-area proyek konstruksi. Bangunan ini digunakan sebagai kantor, tempat tinggal karyawan, hingga kantin ataupun gudang penyimpanan. 

 

Struktur dari K-House juga terbuat dari dinding dan atap sandwich panel yang berasal dari baja ringan prefabrikasi. Hal ini yang membuat K-House juga nyaman untuk dihuni dan daya perpindahan yang mudah.

 

3. Flat Pack

Flat pack memiliki konstruksi modular prefabrikasi yang mengutilisasi dinding insulasi dan baja ringan.  Nah, berbeda dengan dua jenis hunian semi permanen di atas, flat pack umumnya merupakan bangunan gedung yang berukuran besar atau dalam kata lain gedung bertingkat. Sehingga tidak jarang kalau jenis ini juga dimanfaatkan untuk kantor, tempat tinggal, atau mess.

 

Keunggulan dari flat pack adalah konstruksinya yang mampu melindungi bagian dalam dari cuaca yang ekstrem. Hal ini karena dindingnya yang berinsulasi. Selain itu, pembangunan flat pack juga mudah diangkut.

 

4. Modbox atau Modular Box

Seperti namanya, modbox punya bentuk kubus persegi panjang seperti peti kemas yang berukuran besar untuk dapat ditinggali. Umumnya, modbox ini dipakai untuk tempat tinggal darurat, seperti kantor di area proyek, mess, atau booth untuk para artis pada sebuah acara. Modbox juga mudah dibongkar pasang.

 

Demikian, itulah pembahasan singkat mengenai bangunan semi permanen. Pada intinya, bangunan semi permanen punya keunggulan karena dapat dibangun dalam waktu yang cepat dan harga yang relatif murah. Bangunan jenis ini cocok untuk digunakan pada keadaan yang darurat dan berlangsung pendek.

 

Nah, kalau kamu ingin mencari bahan-bahan bangunan yang lengkap, cari aja di BukaBangunan! Beli bahan bangunan apa saja bisa kamu temukan di sini, tanpa perlu khawatir stok yang habis. Kamu bisa cari dengan mudah material-material kebutuhan bangunan rumahmu seperti belanja di marketplace! Yuk, download BukaBangunan sekarang!

Yuk, download sekarang!

Download di Google Play Store
Artikel terkait lainnya
5 Tren Motif Keramik Kamar Mandi Minimalis Masa Kini

5 Tren Motif Keramik Kamar Mandi Minimalis Masa Kini

15 Juni 2023

Desain Bangunan Warung Sembako yang Bikin Betah Belanja

Desain Bangunan Warung Sembako yang Bikin Betah Belanja

8 April 2023

Yuk, Kenali Karakteristik Bangunan Rumah Minimalis

Yuk, Kenali Karakteristik Bangunan Rumah Minimalis

30 Mei 2023

Ketahui! Inilah Pengertian Gambar Bangunan dan Jenisnya

Ketahui! Inilah Pengertian Gambar Bangunan dan Jenisnya

8 April 2023

Mengenal Bangunan Semi Permanen, Ciri dan Jenisnya

Mengenal Bangunan Semi Permanen, Ciri dan Jenisnya

30 Mei 2023

Terbaru
Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

2 Mei 2024

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

2 Mei 2024

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

2 Mei 2024

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

1 Mei 2024

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

30 April 2024

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

30 April 2024

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

30 April 2024

WhatsApp logo consisting of a green circle containing the outline of a white speech bubble with a white telephone icon in it