Beranda

Kategori

Artikel

Jadi Partner

Pondasi Adalah: Pengertian Bangunan dan Jenis-jenisnya

Uji Agung Santosa
Pengertian Pondasi dan Jenis-jenisnya (Pexels)
Pengertian Pondasi dan Jenis-jenisnya (Pexels)

Kalau ditanya bagian bangunan yang paling penting, sudah pasti jawabannya adalah pondasi. Bagian ini punya peran penting dalam menjaga sebuah bangunan untuk tetap kokoh berdiri dan bisa dipakai hingga puluhan tahun. Karena itu, pembuatan pondasi harus selalu diperhatikan perhitungannya sekaligus bentuknya.

Kamu yang ingin membangun rumah, gedung, atau jalanan perlu mengetahui lebih dalam tentang apa itu pondasi. Cari tahu juga tentang jenis pondasi hingga cara membuat pondasi untuk rumah. Yuk, perdalam pengetahuan kamu tentang pondasi dari informasi di bawah ini.

Pengertian Pondasi Bangunan

Pengertian Pondasi Bangunan.
Pengertian Pondasi Bangunan.

Pondasi adalah struktur bangunan paling bawah yang dibuat untuk menahan beban dari sebuah bangunan. Struktur bangunan ini berfungsi untuk menjaga bangunan tetap bisa berdiri tegak saat terjadi guncangan (gempa bumi) maupun pergeseran tanah.

Beban yang akan ditahan oleh pondasi tentu saja semua material yang dipasang di atasnya. Bukan hanya itu, pembuatan pondasi juga harus memperhitungkan jumlah orang yang akan masuk dan menggunakan bangunan tersebut.

Dalam pembuatannya, kamu perlu menggali tanah dengan kedalaman tertentu. Kedalaman yang dipilih ini harus melihat dari jenis, luas bangunan, dan jumlah lantai yang akan dibangun di atasnya. Makin tinggi dan luas bangunan, tentunya pondasi yang dibangun pun harus lebih dalam.

Faktor yang Menentukan Jenis Pondasi Bangunan

Pemilihan pondasi juga harus melihat banyak faktor dan aspek lain yang mengikutinya. Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis pondasi.

1. Kondisi tanah

Keadaan tanah paling diperhatikan saat melakukan pembangunan. Hal ini akan sangat berpengaruh dengan tipe pondasi yang akan digunakan nantinya. Kamu perlu melihat jenis tanah, parameter tanah, serta kedalaman tanah yang bisa digali saat membuat pondasi.

2. Kondisi beban bangunan

Kamu perlu melihat batasan-batasan yang bisa ditopang oleh pondasi. Hal ini menyangkut beban struktur bangunan atas, arah gaya beban yang muncul dari bangunan, serta penyebaran total beban ke bagian bawah.

3. Kondisi lingkungan sekitar

Jangan abaikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi pembangunan. Pasalnya, hal ini akan berpengaruh besar pada keselamatan pekerja saat mulai membangun pondasi. Sebut saja tanah yang mudah bergeser atau longsor jika dikerjakan dengan alat berat.

4. Total biaya dan waktu pengerjaan

Bagian ini juga tidak kalah penting. Pondasi yang baik tentunya harus memperhitungkan material yang digunakan dan waktu pengerjaan yang tepat. Hindari memilih material yang ekonomis untuk pondasi hanya demi mendapatkan harga yang paling murah.

Baca Juga: Mengenal Pondasi Cakar Ayam Bangunan Bertingkat

Jenis Pondasi Bangunan

Jenis Pondasi Bangunan (Unsplash)
Jenis Pondasi Bangunan (Unsplash)

Pondasi memiliki beragam jenis yang harus disesuaikan dengan jenis bangunannya. Berikut jenis-jenis pondasi sekaligus kelebihan dari masing-masing pondasi bangunan yang bisa dibangun.

1. Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang akan menopang beban bangunan secara langsung. Jenis pondasi ini dipilih jika bangunan dibuat di atas lapisan tanah pendukung yang jaraknya relatif jauh dari dasar pondasi.

Disebut pondasi dangkal (shallow foundation) karena dasar pondasi memiliki kedalaman yang sama atau kurang lebar dari pondasinya. Pondasi ini dipakai jika bagian tanah tidak dekat dengan air tanah atau sungai sehingga pengerjaan bisa dilakukan dalam kondisi kering.

Berikut jenis pondasi dangkal:

  • Pondasi lajur batu kali, yaitu pondasi yang dibuat dengan pasangan batu kali yang tidak mudah retak atau hancur. Batu kali ini akan dipadukan dengan semen dan pasir supaya bisa menahan beban yang kuat.
  • Pondasi plat, yaitu pondasi yang terbuat dari beton bertulang. Pondasi telapak ini dipakai untuk mendukung dari masing-masing titik beban.
  • Pondasi plat menerus, suatu bentuk yang terbuat dari pengembangan pondasi plat karena ada bagian yang saling overlap. Nantinya kolom-kolom tersebut akan dihubungkan antara satu dan plat lainnya.
  • Pondasi sumuran, yaitu pondasi yang dipakai pada dasar tanah yang baik agak dalam posisinya. Pondasi sumuran digunakan jika ada bahaya pada bagian dasar tanah karena ada arus air atau lapisan tanah yang keras.
  • Pondasi rakit, yaitu pondasi plat beton yang dibuat dengan luas yang sama dengan bangunan yang ada di atasnya. Pondasi ini dipakai pada tanah yang lunak sehingga menggunakan pondasi telapak yang sisinya berdekatan satu sama lain.

2. Pondasi dalam

Pondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban bangunan ke bagian dasar tanah. Pondasi ini dipakai jika tanah yang dipakai untuk pondasi yang tidak memiliki dukungan cukup untuk menahan beban berat di atasnya.

Berikut jenis pondasi dalam.

  • Pondasi tiang pancang, yaitu pondasi yang bisa dipakai untuk konstruksi darat yang memiliki struktur tanah rawa, air, tanah rendah, dan laut. Pondasi tiang panjang ini dibagi lagi menjadi bahan pembuatnya, mulai dari kayu, beton, baja, hingga komposit.
  • Pondasi tiang bore pile, yaitu pondasi yang ditempatkan hingga kedalaman tertentu. Setelah itu, pondasi akan dicor dengan beton pada lubang. Pondasi ini juga disebut pondasi sumuran yang dipakai untuk bangunan besar.
  • Pondasi tiang franki, yaitu pondasi yang dibuat dengan menancapkan alat khusus dengan tekanan tinggi ke dalam tanah. Hal ini akan membuat tiang lebih solid dan kuat.
  • Pondasi melayang, yaitu pondasi yang sering dipakai di atas tanah lunak yang kurang stabil. Pondasi ini dipasang ke atas permukaan tanah seperti seperti perahu yang mengambang.
  • Pondasi kombinasi, yaitu jenis pondasi yang menggabungkan dua atau lebih pondasi pada sebuah bangunan. Dengan begitu, beban bisa lebih disebarkan ke banyak titik.

Baca Juga: Inilah Cara Mengetahui Ukuran Pondasi Batu Kali untuk Rumah Tinggal

Syarat Pembuatan Pondasi

Syarat Membuat Pondasi Bangunan yang Kuat
Syarat Membuat Pondasi Bangunan yang Kuat

Pembangunan pondasi sudah diatur dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Berikut syarat-syarat yang harus diketahui dalam membuat pondasi sesuai tipe bangunan.

1. Dasar pondasi cukup lebar dan dibangun di atas tanah asli yang keras.

2. Tidak membangun pondasi di atas tanah yang terlalu keras dan lembek secara bersamaan

3. Pondasi wajib dipasang di bawah seluruh dinding bangunan dan bawah kolom pendukung yang berdiri dengan bebas di atas tanah.

4. Pondasi harus dirangkai antara satu dan lainnya dengan balok sloof kopel.

5. Pondasi dibuat dari bahan tanah dan mampu menahan gaya desak yang ada pada bangunan dan tanah.

6. Pondasi harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan geometri konstruksi bangunan

7. Pondasi harus memenuhi syarat standar perlindungan lingkungan yang ada

Baca Juga: 3 Cara Menghitung Kebutuhan Semen untuk Bangun Rumah

Itu dia seluk-beluk tentang pengertian pondasi serta jenis-jenisnya. Kamu bisa mulai membuat pondasi dengan memilih bahan material terbaik. Beli semua material terbaik dengan harga terjangkau di Bukabangunan. Kamu juga punya kesempatan untuk jadi langsung menjadi partner BukaBangunan supaya bisa mulai berjualan material bangunan sendiri.

 

Yuk, download sekarang!

Download di Google Play Store
Artikel terkait lainnya
Hadiah Total Rp20 Juta! Kumpulkan poin, dan Menangkan Hadiahnya

Hadiah Total Rp20 Juta! Kumpulkan poin, dan Menangkan Hadiahnya

1 November 2023

Ukuran Kran Air Standar yang Banyak Dipakai dan Fungsinya 

Ukuran Kran Air Standar yang Banyak Dipakai dan Fungsinya 

1 November 2022

Pondasi Adalah: Pengertian Bangunan dan Jenis-jenisnya

Pondasi Adalah: Pengertian Bangunan dan Jenis-jenisnya

19 Maret 2024

Pengertian Kontraktor Bangunan, Tugas, Tips Memilih, dan Jasa yang Diberikannya

Pengertian Kontraktor Bangunan, Tugas, Tips Memilih, dan Jasa yang Diberikannya

12 Maret 2024

Perbandingan Semen dan Pasir yang Tepat agar Bangunan Kokoh

Perbandingan Semen dan Pasir yang Tepat agar Bangunan Kokoh

12 Maret 2024

3 Cara Menghitung Kebutuhan Semen untuk Bangun Rumah

3 Cara Menghitung Kebutuhan Semen untuk Bangun Rumah

1 Maret 2024

Terbaru
Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

Tips Memilih Ukuran Paving Block dan Jenisnya untuk Halaman Rumah

2 Mei 2024

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

Rekomendasi Bata Ringan Pagar Hebel Unik dan Menarik untuk Ditiru

2 Mei 2024

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

10 Kreasi Pagar dari Hebel yang Bagus dan Bisa Dicoba

2 Mei 2024

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

Mengenal Fungsi, Jenis, dan Ukuran Seng Gelombang

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

Mengenal Ukuran Paku, Jenis dan Fungsinya untuk Bahan Bangunan

2 Mei 2024

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

Mengenal Ukuran Genteng Berdasarkan Jenis dan Perhitungannya

1 Mei 2024

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

Ini Jenis dan Ukuran Kaca yang Cocok untuk Bangunan dan Rumah

30 April 2024

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

Ini Ukuran Triplek Standar Per Lembar Beserta Harganya

30 April 2024

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

10 Ide Pembatas Ruangan dari Triplek yang Simpel

30 April 2024

WhatsApp logo consisting of a green circle containing the outline of a white speech bubble with a white telephone icon in it